“Aduh, hari ini panas banget ya?” Kalimat ini
mungkin sering terdengar oleh telinga anda akhir-akhir ini. Atau malah bisa
jadi anda adalah salah satu dari orang tersebut yang mengatakannya.
Memang
hal itu sangat relevan sekali dengan keadaan bumi kita yang semakin panas.
Salah
satu penyebabnya adalah maningkatnya konsentrasi gas CO2 di
permukaan bumi atau lebih dikenal dengan nama Pemanasan Global atau Global
Warming.
Nah, dari pada penasaran lebih baik kita kupas satu persatu tentang Pemanasan Global,Oke!
A.
Penyebab Pemanasan Global atau
Global Warming
a.
Efek Rumah Kaca
Efek
rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida(CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2
ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara
dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan
laut untuk menyerapnya.
Energi
yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan
permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan
oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke
permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya
efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu
jauh berbeda.
Selain
gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang
dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta
beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluokarbon (CFC).
Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
b.
Efek Umpan Balik
Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang
menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan
memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan
efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan
memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga
meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan
tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian
awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim,
antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara
batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk
model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat
Umpan balik positif akibat terlepasnya
CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost)
adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es
yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik
positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon
juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya
tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom
daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
c.
Variasi Matahari
Variasi Matahari adalah perubahan jumlah energi radiasi yang dipancarkan olehMatahari. Terdapat beberapa komponen periodik yang memengaruhi variasi ini, yang terutama adalah
siklus
Matahari11-tahunan (atau siklus bintik hitam Matahari), selain fluktuasi-fluktuasi lainnya yang tidak periodik. Aktivitas Matahari diukur dengan menggunakan satelit selama beberapa dekade terakhir setelah pada waktu sebelumnya pengukuran dilakukan melalui variabel-variabel proksi. Para ilmuwan iklim tertarik untuk mengetahui apakah variasi Matahari berpengaruh terhadap Bumi.
d. Bocornya lapisan ozon
Ozon
terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara
alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Sebelum
energi matahari mencapai bumi,energi tersebut akan difilter terlebih dahulu
oleh lapisan ozon yang ada di atmosfer.Tetapi hasil penelitian menunjukkan
telah terjadinya penipisan lapisan ozon.
e. Kegiatan manusia yang merugikan
lingkungan
1) Pembakaran Hutan
Akhir-akhir ini manusia banyak melakukan pembakaran hutan untuk dijadikan lahan
pertanian, permukiman penduduk, dan untuk industri. Kawasan hutan yang
dijadikan lahan pertanian biasanya berubah menjadi tanah tandus dan gersang.
Hal ini karena setelah panen biasanya ladang ini akan ditinggalkan. Sistem
perladangan seperti ini disebut perladangan berpindah. Akhirnya hutan yang
dahulu menghijau menjadi tanah tandus dan gersang.
Ladang berpindah sebenarnya tidak merusak lingkungan yang berarti walaupun ada
tetapi tidak sebagai penyebab utama kerusakan hutan, karena sewaktu membakar
lahan selalu dijaga dan secara mereka memiliki kearifan untuk menjaga
lingkungan sebagai tempat mencari penghidupan. Kegiatan manusia yang
menimbulkan bahaya jauh lebih besar terhadap hutan adalah pembalakan atau
penebangan hutan secara liar.
2) Penambangan
Kegiatan penambangan juga dapat mengubah permukaan bumi. Sebagian besar bahan tambang berada di dalam tanah. Pengambilan bahan tambang dengan cara digali atau ditambang. Ada dua macam jenis penambangan yaitu penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah.
3) Penggunaan bahan bakar fosil yang
berlebihan
Bahan bakar fosil atau bahan bakar
mineral, adalah sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, petrolium,dan gas alam. Penggunaan bahan bakar fosil ini telah menggerakan pengembangan industri dan
menggantikan kincir air, tenaga air, dan juga pembakaran kayu atau peat untuk panas.
Ketika
menghasilkan listrik,
energi dari pembakaran
bahan bakar fosil seringkali digunakan untuk menggerakkan turbin.
Generator tua seringkali menggunakan uap yang dihasilkan dari pembakaran untuk
memutar turbin, tetapi di pembangkit listrik baru gas dari pembakaran digunakan
untuk memutar turbin gas secara langsung.
Batubara sebagai salah satu contoh bahan bakar fosil
Pembakaran
bahan bakar fosil
oleh manusia merupakan sumber utama dari karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang dipercayai menyebabkan pemanasan global. Sejumlah kecil bahan bakar hidrokarbon
adalah bahan bakar bio yang diperoleh dari karbon dioksida di atmosfer dan oleh karena
itu tidak menambah karbon dioksida di udara.
B.
Dampak
Pemanasan Global
a. Iklim mulai
tidak stabil
b.
Peningkatan permukaan laut
c. Suhu global
cenderung meningkat
d.
Gangguan ekologis
e. Kepunahan sejumlah besar spesies
f. Hilangnya terumbu karang
C. Cara Mencegah Pemanasan Global
d.
Reuse
(Gunakan Kembali)
e.
Reduce (
Berhemat )
Akhirnya
selesai juga
kita membahas
tentang pemanasan global
ini Semoa informasi ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Kritik
dan sarannya janan lupa ya untuk lebih menyempurnakan postingan-postingan aku selanjutnya.
Sekian dan Terimakasih.







































26 komentar:
waw,amazing article kakak (^_^)
ayo segera selamatkan bumi dengan program go green............
waooooow calon mentri perhutanan ki wkwkw
hujan pelangi : hehe AMIN
Narulita N.W : iy makasi
Princessaurin : iy itu harus!!
selamatkan bumi dari ola,. wkwk
apiiik
apikk
bagus banget dit envy saya haha
Awesome!!! Dari yg gampang dulu coba,jgn buang sampah sembarangan kurangi pemakaian AC, postinganmu koyok makalah dit,panjang kaliii ini postingan wkwkwk :p
Nice Posting dita :)
Sarannya ya, ubah ya wallpaper blog kamu, kalo menurutku sih rame sekali.
Percantik lagi blogmu sama hiasan-hiasan lain oke
-Shim KyuMin-
wooww....
good is posting
dit pecinta lingkungan ya
blognya bagus
nice posting.
wallpapernya terlalu ramne dit menurutku :)
nicely post. comment back
nice, but apakah kamu sudah mlakukannya? hehehe
comment balik
niceee
wejannnnn :D
wowwww
good :)
komen di tugas t.i.k. kuu yaa :)
bagus
so nice
nice!! posting dita :)
bagus dit :)
Posting Komentar