Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ASSIGNMENT 2 : NARRATIVE

-->

What is Narrative Text?

A.   Definition of Narrative

Narrative is a text focusing specific participants. Its social function is to tell stories or past events and entertain the readers.

B.   Purpose of Narrative

a.    To amuse or entertain
b.    To deal with actual/imaginative experiencess in different ways

C.   Generic Structure of Narrative

a.    Orientation
It is about the opening paragraph where the characters of the story are introduced.(berisi pengenalan tokoh, tempat dan waktu terjadinya cerita (siapa atau apa, kapan dan dimana)
b.    Complication
Where the problems in the story developed. (Permasalahan muncul / mulai terjadi dan berkembang)
c.    Resolution
Where the problems in the story is solved. Masalah selesai, --- secara baik "happy ending" ataupun buruk "bad ending".
NB :
Kadangkala susunan (generic structure) narrative text bisa berisi: Orientation, Complication, Evaluation, Resolution dan Reorientation. Meski “Evaluation” dan “Reorientation” merupakan optional; bisa ditambahkan dan bisa tidak. Evaluation berisi penilaian/evaluasi terhadap jalannya cerita atau konflik. Sedangkan Reorientation berisi penyimpulan isi akhir cerita.
Jika sudah mahir membuat cerita narrative, susunannya bisa diubah-ubah kok, yang terpenting bagian-bagian di atas masih tetap ada dalam tulisan narrative sobat. 

D.   Language Features of Narrative

a.    Focus on specific and individualized participants
b.    The use of material process (action verbs)
c.    The use of temporal conjunction and circumstances
d.    The use of Past Tense
e.    The use of some behavioral and verbal processes
f.     The use of relational and mental processes

E.   Related Post

a.    Kinds of Narrative “Jenis/Macam Narrative text”
b.    Narrative Text                       : The Bear and The Rabbit
c.    Contoh lain Text Narrative : Timun Mas
d.    Contoh lain Text Narrative : The Story of Johan
e.    Contoh lain Text Narrative : Let Me Love You

F.    Example of Narrative Text

Narrative Analysis on "Malin Kundang" Story


The Myth of Malin Kundang

A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a woman and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang's father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother.
Malin Kundang was a healthy, dilligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town.
One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant's ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates. The merchant was so happy and thanked to him. In return the merchant asked Malin Kundang to sail with him. To get a better life, Malin Kundang agreed. He left his mother alone.
Many years later, Malin Kundang became wealthy. He had a huge ship and was helped by many ship crews loading trading goods. Perfectly he had a beautiful wife too. When he was sailing his trading journey, his ship landed on a beach near a small village. The villagers recognized him. The news ran fast in the town; “Malin Kundang has become rich and now he is here”.
An old woman ran to the beach to meet the new rich merchant. She was Malin Kundang’s mother. She wanted to hug him, released her sadness of being lonely after so long time. Unfortunately, when the mother came, Malin Kundang who was in front of his well dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. For three times her mother begged Malin Kundang and for three times he yelled at her. At last Malin Kundang said to her "Enough, old woman! I have never had a mother like you, a dirty and ugly woman!" After that he ordered his crews to set sail. He would leave the old mother again but in that time she was full of both sadness and angriness.
Finally, enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn't apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail.
In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship. He fell on a small island. It was really too late for him to avoid his curse. Suddenly, he turned into a stone.
Narrative Analysis on Generic Structure
Many believe that a story can teach a society certain moral value. Most stories are build in narrative. Because it is a narrative story, it must consists of complication. That complication, in fact, is the moral value which like to be taught.
1.    Orientation
the first paragraph is set to be the story introduction. Reading the orientation, reader will know that the story is characterized with Malin Kundang and his mother. Wes Sumatra is set as the place.
2.    Complication
this is the main element of narrative story. From the Malin Kundang myth, we know that there are more than one complication. Many stories are composed with multi complications. They are minor complication and major complication. When Malin Kundang and her mother did life hard, it can be the minor complication. this hard life in the first time was solved by his successfultrading as new merchant. However this narrative sotry is more interesting when we see the major complication among the participants- Malin Kundang denied his mother after being successful merchant. In every story, complication must be ended; happy ending or sad one
3.    Resolution
this is the end of the story, the sad ending one. Malin Kundang faces his curse of turning into a stone.


Comment in the teaching learning process with Miss Wahyu :
I think it's a typical Miss Wahyu a very nice teacher, when teaching English, he spoke eloquently and always makes the atmosphere becomes not boring.
well,,
though I sometimes do not understand what it means ..
hehehe

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Satu Pohon Memberi Arti Kehidupan


 “Aduh, hari ini panas banget ya?” Kalimat ini mungkin sering terdengar oleh telinga anda akhir-akhir ini. Atau malah bisa jadi anda adalah salah satu dari orang tersebut yang mengatakannya.
Memang hal itu sangat relevan sekali dengan keadaan bumi kita yang semakin panas.
Salah satu penyebabnya adalah maningkatnya konsentrasi gas CO2 di permukaan bumi atau lebih dikenal dengan nama Pemanasan Global atau Global Warming.
Nah, dari pada penasaran lebih baik kita kupas satu persatu tentang Pemanasan Global,Oke!
A.   Penyebab Pemanasan Global atau Global Warming

a.    Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida(CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

b.    Efek Umpan Balik

Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

c.    Variasi Matahari

Variasi Matahari adalah perubahan jumlah energi radiasi yang dipancarkan olehMatahari. Terdapat beberapa komponen periodik yang memengaruhi variasi ini, yang terutama adalah

siklus

Matahari11-tahunan (atau siklus bintik hitam Matahari), selain fluktuasi-fluktuasi lainnya yang tidak periodik. Aktivitas Matahari diukur dengan menggunakan satelit selama beberapa dekade terakhir setelah pada waktu sebelumnya pengukuran dilakukan melalui variabel-variabel proksi. Para ilmuwan iklim tertarik untuk mengetahui apakah variasi Matahari berpengaruh terhadap Bumi.

d.    Bocornya lapisan ozon

Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Sebelum energi matahari mencapai bumi,energi tersebut akan difilter terlebih dahulu oleh lapisan ozon yang ada di atmosfer.Tetapi hasil penelitian menunjukkan telah terjadinya penipisan lapisan ozon.

e.    Kegiatan manusia yang merugikan lingkungan

1)    Pembakaran Hutan
Akhir-akhir ini manusia banyak melakukan pembakaran hutan untuk dijadikan lahan pertanian, permukiman penduduk, dan untuk industri. Kawasan hutan yang dijadikan lahan pertanian biasanya berubah menjadi tanah tandus dan gersang. Hal ini karena setelah panen biasanya ladang ini akan ditinggalkan. Sistem perladangan seperti ini disebut perladangan berpindah. Akhirnya hutan yang dahulu menghijau menjadi tanah tandus dan gersang.
Ladang berpindah sebenarnya tidak merusak lingkungan yang berarti walaupun ada tetapi tidak sebagai penyebab utama kerusakan hutan, karena sewaktu membakar lahan selalu dijaga dan secara mereka memiliki kearifan untuk menjaga lingkungan sebagai tempat mencari penghidupan. Kegiatan manusia yang menimbulkan bahaya jauh lebih besar terhadap hutan adalah pembalakan atau penebangan hutan secara liar.

2)     Penambangan

Kegiatan penambangan juga dapat mengubah permukaan bumi. Sebagian besar bahan tambang berada di dalam tanah. Pengambilan bahan tambang dengan cara digali atau ditambang. Ada dua macam jenis penambangan yaitu penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah.


3)    Penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan

Bahan bakar fosil atau bahan bakar mineral, adalah sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, petrolium,dan gas alam. Penggunaan bahan bakar fosil ini telah menggerakan pengembangan industri dan menggantikan kincir air, tenaga air, dan juga pembakaran kayu atau peat untuk panas.
Ketika menghasilkan listrik, energi dari pembakaran bahan bakar fosil seringkali digunakan untuk menggerakkan turbin. Generator tua seringkali menggunakan uap yang dihasilkan dari pembakaran untuk memutar turbin, tetapi di pembangkit listrik baru gas dari pembakaran digunakan untuk memutar turbin gas secara langsung.
Batubara sebagai salah satu contoh bahan bakar fosil
Pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia merupakan sumber utama dari karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang dipercayai menyebabkan pemanasan global. Sejumlah kecil bahan bakar hidrokarbon adalah bahan bakar bio yang diperoleh dari karbon dioksida di atmosfer dan oleh karena itu tidak menambah karbon dioksida di udara.

B.   Dampak Pemanasan Global

a.    Iklim mulai tidak stabil

b.    Peningkatan permukaan laut

c.    Suhu global cenderung meningkat

d.    Gangguan ekologis

e.    Kepunahan sejumlah besar spesies

f.     Hilangnya terumbu karang

C.   Cara Mencegah Pemanasan Global

a.    Hemat Pemakaian Listrik
 
b.    Hemat Pemakaian Air
c.    Manfaatkan Sumber Energi Dari Alam
Efisiensi Penggunaan Kendaraan Bermotor

d.    Reuse (Gunakan Kembali)
e.    Reduce ( Berhemat )
f.     Recycle ( Daur Ulang )
g.    Hijaukan Lingkungan ( Go Green )











h.    Informasikan Bahaya Pemanasan Global





Akhirnya selesai juga kita membahas tentang pemanasan global ini Semoa informasi ini bermanfaat untuk teman-teman semua.  Kritik dan sarannya janan lupa ya untuk lebih menyempurnakan postingan-postingan aku selanjutnya.
Sekian dan Terimakasih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Dragonball - Wait
Get a Glitter Calendar Click Here